Kemarau Melanda, Sejumlah Titik Mata Air Kekurangan Debitnya

Sumber mata air
Sumber mata air

Kemarau melanda sejumlah daerah di Indonesia, termasuk juga di Pulau Jawa, salah satunya di Kabupaten Kuningan. Cuaca sangat terang benderang, hawa terasa panas dan pengap.

Sejumlah titik mata air di berbagai daerah mulai menunjukkan debit air yang semakin kurang, alias menipis. Padahal diatasnya banyak pohon rindang, dapuran bambu, dan berbagai tetumbuhan yang biasa menampung air.

Tapi, kemarau yang sudah berlangsung 2 bulan ini, menyebabkan mata air mengalir kecil. Apalagi dikabarkan menurut otoritas cuaca, bahwa kemarau akan panjang, sekitar 3 - 4 bulan lagi sampai Oktober atau November.

Kondisi ini sangat memperihatinkan, apalagi air adalah sumber kehidupan, sesuai dengan istilah "tanah air" karena ya tanah dan air adalah posisi utama manusia berada di bumi.

Hampir semua pemukiman di dunia ini pasti mendekati tanah yang subur dan air yang melimpah. Kalau tidak di lereng gunung, di dekat sungai, atau dekat laut (garis pantai). Sangat jarang pemukiman yang ada di tengah gurun, bahkan gurun Sahara pun yang luasnya lebih dari 9 juta km² jumlah warganya sangat sedikit, itupun di sisi gurun semua, bukan di tengah gurun.

Semoga saja kemarau tidak lama-lama sesuai prediksi, semoga bulan September pun sudah mulai ada hujan, supaya kita jutaan manusia yang ada di bumi ini, bisa melangsungkan kebutuhan air secara baik dan lancar.